Senin, 08 Oktober 2012

SEGUDANG IMPIAN RAHMI

Berwajah ayu, berkacamata, rajin, pintar dan berprestasi dalam akademisi. Itulah sosok seorang rahmi, panggilan akrab dari Rahmi Fitriyah. Anak pertama dari empat bersaudara ini, juga mempunyai segudang impian yang masih ingin diraihnya. Rahmi yang sedang kuliah di IAIN Ar-Raniry juga aktif di Dayah Babun Najah yang terletak di Ulee Kareng. Selain di angkat sebagai sekertaris dan bendahara di dayah tersebut, ia juga merangkap sebagai seorang santri dan belajar sebagaimana santri lainnya dimalam hari. Tidak hanya itu, sebagai seorang yang berprestasi ia juga sudah pandai mencari tambahan sendiri untuk membantu meringankan beban orangtuanya. Dimana pada siang hari ia mengajar privat di MAN Model dan ketika sore harinya ia mengajar di TPA Lambhuk. Dengan segala aktifitas yang sedang ia geluti tersebut dan waktu yang terkadang tidak cukup, gadis kelahiran 9 april 1992 dan bertempat tinggal di Ulee Kareng ini, mampu menjaga nilai-nilainya tetap bagus. Dan ia juga tidak lupa akan segala impian yang ingin diraihnya. Ingin Jadi Penulis Selain menulis sebagai hobinya, ternyata rahmi juga menjadikannya salah satu impian yang ingin diraihnya, yaitu sebagai “penulis”. Ia mengawali tulisannya itu dengan cara menulis curahan hatinya dibuku harian yang ia miliki atau sering disebut dengan buku diary. Dan bahkan menulis diary masih terus ia lakukan sampai saat ini. Ketika masih dibangku MAN dulu, rahmi sering mengikuti pelatihan dan seminar yang berhubungan dengan jurnalist. Dia juga pernah menjadi juara menulis berita di pelatihan jurnalist yang di selenggarakan oleh GMM (Gema MAN Model),“nggak nyangka banget bisa jadi juara”. Rahmi juga memilih kuliah dijurusan yang bersangkutan dengan impiannya itu, yaitu Jurusan Jurnalistik di Fakultas Dakwah. Bahkan dia menjadikan jurusan ini pilihan pertamanya pada saat pendaftaran memasuki Institut Agama Islam Negeri Ar-Raniry. Dan ternyata itu tidak sia-sia, karena lulus dan berhasil masuk 5 lima besar sebagai mahasiswa berprestasi. Akan tetapi, selama memasuki jenjang perkuliahan, Rahmi tidak pernah lagi mengikuti pelatihan-pelatihan yang berkaitan degan jurnalist atau menulis. Itu semua dikarenakan waktu yang ia miliki saat ini lebih banyak dalam membantu keluarganya. Tetapi dia tetap selalu berusaha untuk menjalaninya sebisa mungkin. Ingin Melanjutkan Study S-2 Ternyata, dara yang pendiam dan suka menutup diri ini juga memiliki impian ingin meneruskan studinya sampai kejenjang S-2. Bahkan untuk meraih impiannya ini, dia memotivasi dirinya untuk terus belajar dengan serius dan menjaga IPKnya agar tetap bagus. Sejak semester satu sampai sekarang IPKnya selalu tiga koma keatas. Prestasi yang luar biasa. Rahmi juga tidak ingin menyia-nyiakan beasiswa yang ia dapatkan saat ini. ”Inginnya seh bisa selesain S-1 4 tahun, dan nyambung S-2 dengan beasiswa juga”, celoteh gadis yang hobi menulis dan membaca. Ingin Tetap Menjadi Wanita Muslimah Belajar didayah adalah salah satu cara rahmi agar tetap menjadi wanita muslimah. Setiap malam dia selalu meluangkan waktunya untuk menimba ilmu agama di dayah Babun Najah. Mengajar TPA juga salah satu caranya menjadi wanita muslimah. Lingkungan ternyata juga menghambat seorang Rahmi untuk tetap menjadi wanita muslimah, itu dikarenakan oleh kebanyakan orang yang menganggap bahwa yang berjilbab atau berpakaian besar itu sebuah kebongan. Tetapi, dia tetap konsisten akan pakaian yang ia kenakan. Sebisa mungkin Rahmi selalu mengenakan pakaian yang menjadikan ia sebagai wanita muslimah. Rahmi juga berusuha mengevaluasi dirinya sendiri, dan meningkatkan ketakwaannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar