Minggu, 23 Oktober 2011

Makalah Tafsir

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Balakang
Satu-satunya jalan untuk mengenal dengan baik siapa itu manusia adalah merujuk kepada wahyu Illahi, agar kita dapat menemukan jawabannya. Oleh karena itu, tidak cukup hanya dengan merujuk satu dua ayat saja, tetapi seharusnya merujuk kepada semua ayat Al-Quran (paling tidak ayat-ayat pokok) yang berbicara tentang masalah yang dibahas, dengan mempelajari konteksnya masing-masing dan mencari penguat-penguatnya baik dari penjelasan rasul maupun hakikat-hakikat ilmiah yang telah mapan.
Dalam Al-Quran, ada tiga istilah untuk merujuk kepada manusia: 1. Menggunakan kata yang terdiri dari huruf alif, nun, dan sin semacam insan, ins, nas, atau unas., 2. Menggunakan kata Basyar, 3. Menggunakan kata Bani Adam dan Zuriyat Adam. Al-Quran juga produksi dan reproduksi manusia, sifat-sifat dan potensi manusia, fitrahnya manusia, nafsu manusia, qalb manusia, ruh dan aql manusia.

B. Rumusan Masalah
Adapun makalah ini berupaya membahas beberapa pokok bahasan, yaitu;
1. Bagaimana tafsir surat Al-Hajj ayat : 5?
2. Apa sajakah pelajaran dalam kandungan surat Al-Hajj : 5?
3. Bagaimana tafsir surat Al-Mukminun ayat :12-14?
4. Apa sajakah pelajaran dalam kandungan surat Al-Mukminun ayat : 12-14?
5. Bagaimana tafsir surat At-Tiin ayat : 1-5?
6. Apa sajakah pelajaran dalam kandungan surat At-Tiin ayat : 1-5?


C. Tujuan Bahasan
Adapun tujuan penulis dalam menuliskan makalah ini yaitu:
1. Agar para pembaca mengerti tafsir dan isi kandungan dalam surat Al-Hajj ayat : 5.
2. Agar pembaca mengerti tafsir dan isi kandungan dalam surat At-Tiin ayat : 1-5.
3. Agar pembaca mengerti tafsir dan isi kandungan dalam surat Al-Mukminun ayat : 12-14. .























BAB II
AYAT-AYAT TENTANG MANUSIA

Hakikat keberadaan manusia diatas sendi kekeluargaan dan hubungannya dengan tali rahim. Dihimpunnya semua unsur ini didalam hati nurani manusia dan dijadikannya titik pusat untuk mengatur masyarakat islam di atas fondasinya. Juga dipelihara golongan lemah melalui rasa soladaritas antar keluarga, yang bertuhankan Sang Maha Pencipta Yang Maha Esa; dan dipeliharanya masyarakat ini dari kekejian, kezaliman, dan fitnah; serta diaturnya keluarga muslim, masyarakat muslim, dan seluruh manusia muslim diatas prinsip kesatuan rububiyyah dan kesatuan kemanusian.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Artinya :
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”(An-Nisa:1)
Hakikat besar yang terkandung dalam suarat An-Nisa;1 ini melukiskan kaidah pokok dalam tasawuf islami, yang menjadi berpijaknya kehidupan bersama . Surat lainnya yang membahas tentang manusia yaitu: Al-Hajj, Al-Mukminun, Faathir dan masih banyak lainnya.

A. Surat Al-Hajj Ayat : 5
Surat Al-hajj merupakan surah madaniyyah (surat yang diturunkan di Madinah), terdiri dari 78 ayat. Akan tetapi, ayat ke 52-55 diturunkan antara Mekkah dan Madinah, setelah surat An-Nuur. Dalam surat ini, ayat yang menjelaskan tentang manusia yaitu ayat ke-5 yang bunyinya:

Artinya :
“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (Al-Hajj: 5)
Tafsir dari ayat ini yaitu apabila manusia bimbang akan hari kembali dan bangkitnya ruh bersama jasad, padahal sesungguhnya asal penciptaan manusia ialah dari tanah (tanah itulah yang menjadi bahan penciptaan Adam a.s), kemudian Dia menjadikan keturunan Adam dari saripati air yang sangat hina, setelah nutfah berada dalam rahim seorang wanita, tinggallah nutfah itu dalam kondisi demikian selama empat puluh hari berikut segala perkembangannya. Kemudian, nutfah berubah menjadi segumpal darah merah dengan izin Allah. Kondisi itu berlangsung selama empat puluh hari. Kemudian darah ini berubah dan menjadi segumpal daging yang tidak berbentuk dan berpola. Kemudian Allah mulai membentuk dan merancangnya, lalu dibuatlah bentuk kepala, dua tangan, dada, perut, dua paha, dua kaki dan anggota tubuh lainnya. Kadang-kadang wanita mengalami keguguran sebelum gumpalan daging itu berbentuk dan berpola. Dan kadang-kadang mengalami keguguran setelah gumpalan daging itu berbentuk dan berpola. Kadang-kadang janin itu menetap didalam rahim dan tidak gugur. Janin yang gugur itu ada yang berbentuk makhluk ada pula yang tidak berbentuk. Apabila segumpal daging itu sudah melampaui empat puluh hari, maka Allah mengutus seorang malaikat kepadanya dan meniupkan ruh kedalamnya dan menyempurnakannya sesuai dengan yang dikehendaki Allah, baik berbentuk tampan maupun jelek, laki-laki maupun perempuan dan Allah juga menetapkan rizki, ajal, bahagia atau celakanya.
Ditegaskan didalam Sahihain, dari Ibnu Mas’ud, dia berkata, “Rasulullah saw.—dia adalah orang yang sangat jujur—bersabda,
إن خلق أ حد كم يجمع في بطن أ مه أ ربعين ليلة ثم يكون علقة مثل دلك ثم يكون مضغة مثل دلك ، ثم يبعث ا لله الملك فيؤ مر بأ ر بع كلما ت ، فيكتب رز قه و عمله و أ جله و شقي أو سعيد ثم ينفخ فيه الروح . {متفق عليه}

“Sesungguhnya penciptaan kalian terhimpun didalam perut ibu selama empat puluh malam. Kemudian menjadi ‘alaqah selama empat puluh malam juga. Kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula. Kemudian Allah mengutus kepadanya seorang malaikat yang membawa emapat perkara. Maka ditetapkanlah rezeki, amal, ajal, dan bahagia atau sengsaranya. Kemudian ditiupkanlah ruh kedalamnya.” (Muttafaq ‘alaih)
Firman Allah taala selanjutnya, ”kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi” yang lemah tubuh, akal dan seluruh kejadiannya. Kemudian Allah memberikannya kekuatan sedikit demi sedikit. Dia dikasihi dan disayangi oleh ibu bapaknya siang dan malam. Hingga ia mencapai sempurna (kedewasaan) bak fisik maupun penalarannya. Ada yang diwafatkan pada saat berusia muda dan kuat, dan ada pula yang dipanjangkan umurnya sampai pikun (tidak tahu apa-apa lagi).
Firman Allah Taala, “dan kamu lihat bumi ini kering”. Penggalan ini merupakan dalil lain yang menunjukkan atas kekuasaan Allah taala dalam menghidupkan kembali yang mati sebagaimana Dia menghidupkan bumi yang kering kerontang. Apabila Allah menurunkan hujan diatas bumi maka menggeliatlah tumbuh-tumbuhan, tanah menjad gembur, kemudian tumbuhlah aneka pepohonan dan tanaman buah serta berbagai jenis palawijaya, karena itu Dia berfirman, “yang demikian itu karena sesungguhnya Allah Dialah yang hak”, yakni yang maha menciptakan, yang mengatur dan yang melaksanakan apa yang Dia kehendaki .

B. Surat Al-Mukminun Ayat : 12-14
Surat Al-Mukminun merupakan surah makiyyah (surat yang diturunkan di Mekkah), terdiri dari 118 ayat. Diturunkan setelah surat Al-Anbiya. Dalam surat ini, ayat yang menjelaskan tentang manusia yaitu ayat ke-12-14 yang bunyinya:

Artinya:
“Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.(12) Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).(13) Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.(14)” (Al-Mukminun: 12-14)

Tafsir dari ayat ini ayat 12 yaitu Allah taala memberitahukan awal penciptaan manusia itu dari saripati tanah. Manusia itu adalah Adam a.s. Allah menciptakannya dari tanah liat yang berasal dari lumpur hitam. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Musa, dari Nabi saw., beliau bersabda;
إن الله خلق آدم من قبضية قبضها من جمع الأ رض، فجا ء بنو آدم علي قدر الآر ض جا ء منهم الآحمرو الآبيض و الآسود و بين دلك ، و الخبيث والطيب و بين دلك . {رواه أحمد}
“Allah menciptakan Adam dari segenggam tanah yang diambil-Nya dari seluruh bumi. Maka manusia pun tampil sesuai dengan kondisi tanah yang menjadi asal mereka. Maka diantara mereka ada yang berkulit merah, putih, hitam dan pencampuran antara warna itu, yang buruk, baik, dan pencampuran antara itu.” (HR Ahmad)
Hadist inipun diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi melalui berbagai jalur dari Auf Al-Arabi. Tirmidzi mengatakan bahwa hadist ini hasan dan sahih.
“Kemudian Kami menjadikannya nutfah. “Dhamir”hu” merujuk kepada jenis manusia seperti yang terjadi pada firman Allah taala,” dan Dia memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati, dari air yang hina” (as-Sajadah: 7-8), yakni lemah.
Dan diayat 13 yakni Kami menjadikan nutfah itu, yaitu air yang memancar yang keluar dari tulang punggung laki-laki dan tulang rusuk perempuan yang terletak antara dada dan pusar. Ayat 14, Kemudian air mani itu menjadi segumpal darah merah yang berbentuk ‘alaqah yang lonjong. Dan segumpal darah itu dijadikan segumpal daging yaitu sebentuk daging yang kira-kira sebesar satu suapan, daging ini tidak berbentuk dan berpola. Dan kemudian dibentuk menjadi pola (bentuk) yang memiliki kepala, dua tangan, dua kaki dengan tulang, saraf dan urat-uratnya. Dan kemudian menjadikan daging itu sebagai pembungkus, penguat dan pengokoh tulang dan kemudian ditiupkan kepadanya ruh sehingga ia bergerak dan menjadi makhluk lain yang memiliki pendengaran, penglihatan, penciuman, gerakan dan dinamika. Firman Allah selanjunya, “Maha suci Allah, pencpta yang paling baik”, yakni, tatkala Allah menuturkan kekuasaan dan kelembutan-Nya dalam menciptakan setetes mani ini dari satu kondisi kekondisi lain dan dari satu bentuk kebentuk lain sehingga terciptalah sosok manusia yang lengkap dan sempurna posturnya.
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa pandangan Umar sejalan dengan kehendak Allah dalam empat hal, antara lain mengenai turunnya ayat, Wa laqad khlaqnal insaana min sulaalatim min thiin (Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati[berasal] dari tanah) (Q.S. 23 al-Mukminun: 12) sampai, ….khalqan aakhar…. (…makhluk yang [berbentuk] lain….) (Q.S. 23 al-Mukminun: 14). Pada waktu mendengar ayat tersebut, umar berkata, ”Fa tabaarakallaahuu ahsanul khaaliqiin (maka Maha Suci Allah, pencipta yang paling baik)”. Maka turunlah akhir ayat tersebut (Q.S. 23 al-Mukminun: 14) yang sejalan dengan ucapan Umar itu .





C. Surat Faathir Ayat : 11
Surat Al-Mukminun merupakan surah makiyyah (surat yang diturunkan di Mekkah), terdiri dari 45 ayat. Diturunkan setelah surat Al-Furqan. Dalam surat ini, ayat yang menjelaskan tentang manusia yaitu ayat ke-11 yang bunyinya:


Artinya:
“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasang-pasangan. Dan tidak seorang perempuanpun yang mengandung dan tidak pula melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali pula tidak dipanjangkan umur seseorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya melainkan terdapat dalam kitab. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.” (Faathir: 11)
Tafsir surat ini yakni asal mula penciptaan bapakmu Adam adalah dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari air yang hina. “Kemudian Dia menjadikan kamu berpasang-pasangan,” laki-laki dan perempuan. Karena kasih sayang dan rahmat-Nya, maka Dia menjadikan untukmu pasangan dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram dengannya. Maksud firman Allah, “Dan tidak seorang perempuan pun yang mengandung dan tidak pula melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya” adalah Dia mengetahui smua itu, tidak ada satu perkarapun yang samar bagi-Nya. Bahkan tidak ada daun yang jatuh melainkan Dia mengetahuinya. Dan tidak ada biji dalam kegelapan bumi, tiada yang kering dan tiada yang basah melainkan terdapat dalam kitab yang nyata. Dan tidaklah umur panjang yang diberikan kepada sebagian air mani melainkan Dia mengetahuinya dan termaktub didalam Kitab Pertama.
Sehubungan dengan firman Allah taala, “Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seseorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya melainkan terdapat dalam kitab. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah,” diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa dia berkata, “tidak ada seorangpun yang Aku tetapkan baginya umur panjang dan kehidupan melainkan dia akan mencapai usia yang telah Aku tetapkan baginya. Dan Aku telah menetapkan hal itu baginya. Usianya hanya smapai pada usia yang telah Aku tetapkan, tidak akan ditambah. Dan tidak seorangpun yang Aku kurangi umurnya melainkan dia mencapai usianya itu. Semuanya itu termaktub dalam kitab disisi-Nya. Penafsiran serupa dikemukakan pula oleh adh-Dhahak.
Ketika menafsirkan ayat diatas, an-Nasa’I meriwayatkan dari Anas bin Malik r.a., dia mendengar Rasulullah saw. Bersabda,
من سره أن يبسط له في ر ز قه و ينسا له فليصل أ ثره فليصل ر حمه .(رواه البخا ري و ا بو داود)
“Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya atau usianya dpanjangkan, maka hendaklah dia bersilaturrahmi.” (HR Bkhari, Muslim dan Abu Dawud)
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Abud-Darda r.a., dia berkata bahwa kami berzikir dekat Rasulullah saw,. Lalu beliau bersabda:
إن الله تعا لى لا يؤ خر نفسا إ د ا جا ء أ جلها ، و إ نما ز يا دة العمر با لد ر ية الصا لحة يرز قها العبد فيد عون له من بعده فيلحقه دعا ؤ هم في قبره فد لك زيا دة العمر .
“Allah taala tidak akan menangguhkan ajal seseorang bila sudah tiba. Bertambahnya usia itu adalah melalui keturunan yang saleh yang diperoleh seorang hamba. Keturunan itu mendoakannya kedalam kuburnya. Itulah makna bertambah usia.”
Firman Allah taala, “Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah,” yakni gampang dan ringan bagi-Nya. Dia mengetahui apa yang terjadi pada makhluk-Nya itu dan rinciannya, karena pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu. Tidak ada satu perkara pun yang tersamar bagi-Nya .








BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat penulis petik dari makalah yang telah ditulis sebagaimana berikut:
1. Surat Al-Hajj ayat 5
Ayatnya:


Artinya:
“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, Kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah”. (Al-Hajj: 5)
Tafsir dari surat ini yaitu apabila manusia bimbang akan hari kembali dan bangkitnya ruh bersama jasad, padahal sesungguhnya asal penciptaan manusia ialah dari tanah (tanah itulah yang menjadi bahan penciptaan Adam a.s), kemudian Dia menjadikan keturunan Adam dari saripati air yang sangat hina, setelah nutfah berada dalam rahim seorang wanita, tinggallah nutfah itu dalam kondisi demikian selama empat puluh hari berikut segala perkembangannya. Kemudian, nutfah berubah menjadi segumpal darah merah dengan izin Allah. Kondisi itu berlangsung selama empat puluh hari. Kemudian darah ini berubah dan menjadi segumpal daging yang tdak berbentuk dan berpola. Kemudian Allah mulai membentuk dan merancangnya, lalu dibuatlah bentuk kepala, dua tangan, dada, perut, dua paha, dua kaki dan anggota tubuh lainnya. Kadang-kadang wanita mengalami keguguran sebelum gumpalan daging itu berbentuk dan berpola. Dan kadang-kadang mengalami keguguran setelah gumpalan daging itu berbentuk dan berpola. Kadang-kadang janin itu menetap didalam rahim dan tidak gugur. Janin yang gugur itu ada yang berbentuk makhluk ada pula yang tidak berbentuk. Apabila segumpal daging itu sudah melampaui empat puluh hari, maka Allah mengutus seorang malaikat kepadanya dan meniupkan ruh kedalamnya dan menyempurnakannya sesuai dengan yang dikendaki Allah, baik berbentuk tampan maupun jelek, laki-laki maupun perempuan dan Allah juga menetapkan rizki, ajal, bahagia atau celakanya. Firman Allah taala selanjutnya, ”kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi” yang lemah tubuh, akal dan seluruh kejadiannya. Kemudian Allah memberikannya kekuatan sedikit demi sedikit. Dia dikasihi dan disayangi oleh ibu bapaknya siang dan malam. Hingga ia mencapai sempurna (kedewasaan) bak fisik maupun penalarannya. Ada yang diwafatkan pada saat berusia muda dan kuat, dan ada pula yang dipanjangkan umurnya sampai pikun (tidak tahu apa-apa lagi).
Firman Allah Taala, “dan kamu lihat bumi ini kering”. Penggalan ini merupakan dalil lain yang menunjukkan atas kekuasaan Allah taala dalam menghidupkan kembali yang mati sebagaimana Dia menghidupkan bumi yang kering kerontang. Apabila Allah menurunkan hujan diatas bumi maka menggeliatlah tumbuh-tumbuhan, tanah menjadi gembur, kemudian tumbuhlah aneka pepohonan dan tanaman buah serta berbagai jenis palawijaya, karena itu Dia berfirman, “yang demikian itu karena sesungguhnya Allah Dialah yang hak”, yakni yang maha menciptakan, yang mengatur dan yang melaksanakan apa yang Dia kehendaki.
2. Surat Al-Mukminun ayat 12-14
Ayatnya:

Artinya:
“Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.(12) Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).(13) Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.(14)”. (Al-Mukminun: 12-14)
Tafsir dari surat ini ayat 12 yaitu Allah taala memberitahukan awal penciptaan manusia itu dari saripati tanah. Manusia itu adalah Adam a.s. Allah menciptakannya dari tanah liat yang berasal dari lumpur hitam. Dan diayat 13 yakni Kami menjadikan nutfah itu, yaitu air yang memancar yang keluar dari tulang punggung laki-laki dan tulang rusuk perempuan yang terletak antara dada dan pusar. Ayat 14, Kemudian air mani itu menjadi segumpal darah merah yang berbentuk ‘alaqah yang lonjong. Dan segumpal darah itu dijadikan segumpal daging yaitu sebentuk daging yang kira-kira sebesar satu suapan, daging ini tidak berbentuk dan berpola. Dan kemudian dibentuk menjadi pola (bentuk) yang memiliki kepala, dua tangan, dua kaki dengan tulang, saraf dan urat-uratnya.dan kemudian menjadikan daging itu sebagai pembungkus, penguat dan pengokoh tulang dan kemudian ditiupkan kepadanya ruh sehingga ia bergerak dan menjadi makhluk lain yang memiliki pendengaran, penglihatan, penciuman, gerakan dan dinamika. Firman Allah selanjunya, “Maha suci Allah, pencpta yang paling baik”, yakni, tatkala Allah menuturkan kekuasaan dan kelembutan-Nya dalam menciptakan setetes mani ini dari satu kondisi kekondisi lain dan dari satu bentuk kebentuk lain sehingga terciptalah sosok manusia yang lengkap dan sempurna posturnya.
3. Surat Faathir Ayat 11
Ayatnya:

Artinya:
“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasang-pasangan. Dan tidak seorang perempuanpun yang mengandung dan tidak pula melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali pula tidak dipanjangkan umur seseorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya melainkan terdapat dalam kitab. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah”. (Faathir: 11)
Tafsir surat ini yakni asal mula penciptaan bapakmu Adam adalah dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari air yang hina. “Kemudian Dia menjadikan kau berpasang-pasangan,” laki-laki dan perempuan. Karena kasih sayang dan rahmat-Nya, maka Dia menjadikan untukmu pasangan dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram dengannya. Maksud firman Allah, “Dan tidak seorang perempuanpun yang mengandung dan tidak pula melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya” adalah Dia mengetahui smua itu, tidak ada satu perkarapun yang samar bagi-Nya. Bahkan tidak ada daun yang jatuh melainkan Dia mengetahuinya. Dan tidak ada biji dalam kegelapan bumi, tiada yang kering dan tiada yang basah melainkan terdapat dalam kitab yang nyata. Dan tidaklah umur panjang yang diberikan kepada sebagian air mani melainkan Dia mengetahuinya dan termaktub didalam Kitab Pertama.

B. Saran-Saran
Adapun sarn yang dapat penuis uraikan yaitu:
1. Agar lebih memperbanyak referensi yang dimiliki.
2. Pahami apa yang telah pembaca baca.
3. Dan lebih sering berdiskusi dengan teman-teman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar